The Judge (2014) – Setengah Setengah

Saat membaca sinopsis film ini, gue akuin gue seneng banget akhirnya Hollywood kembali memproduksi film legal thriller. Ditambah dengan melihat Robert Downey Jr. sebagai main cast, rasanya akan ada atmosfer baru dalam film-film dengan genre sejenis di kemudian hari, mengingat sudah lama sekali Hollywood tidak memproduksi film legal thriller.

Dikisahkan Hank, (diperankan oleh Robert Downey Jr.) seorang pengacara tangguh di Chicago, pulang kembali ke kampung halamannya di Carlineville, Indiana setelah 20 tahun dikarenakan wafatnya sang ibunda. Dia bertemu kembali dengan kakaknya Glen (diperankan oleh Vincent D’Onofrio), adiknya Dale (diperankan oleh Jeremy Strong) serta ayahnya Judge Joseph Palmer (diperankan oleh Robert Duvall), seorang hakim yang terhormat di Carlineville. Suatu pagi, setelah sebuah pertengkaran terjadi yang mengakibatkan Hank hampir berangkat kembali ke Chicago, Glen menelepon Hank dan mengabarkan bahwa ayahnya telah menjadi tersangka pelaku tabrak lari terhadap seseorang yang darahnya menempel di bemper belakang mobil ayahnya. Hubungan yang tidak harmonis antara Judge Joseph dan Hank sebagai ayah dan anak serta pertemuannya kembali dengan Samantha (diperankan oleh Vera Farmiga) membuat Hank kocar kacir memecahkan berbagai macam permasalahan yang berakar dari apa yang ia tinggalkan saat meninggalkan Carlineville. Dia harus meyakinkan pengadilan bahwa ayahnya tidak bersalah—walaupun ayahnya sendiri tidak peduli dan tidak partisipatif—dan merajut kembali serta memperbaiki kesalahan-kesalahan yang ia perbuat dalam hubungannya dengan Samantha.

Film ini memuaskan dari segi teknis dan performa akting para cast. Penampilan baru Downey Jr. sebagai seorang pengacara berintegritas tinggi dan seorang anak yang tinggi egonya akan kita temukan dalam film ini. Tidak hanya dia, penampilan Duvall juga cukup sukses menciptakan chemistry ‘ayah-anak-selek-selekan’ yang kuat antara mereka berdua. Kita akan dibawa menuju sebuah keluarga yang berusaha keras untuk menjalin hubungan yang harmonis, biarpun ‘shits will always happen anyway anytime’ yang mengakibatkan mereka tidak hanya membenci satu sama lain, tetapi juga membenci diri mereka masing-masing terhadap kejadian demi kejadian yang menimpa mereka.

Yang mengecewakan adalah film ini dibangun dengan pondasi yang setengah-setengah sehingga cenderung terlihat tidak konsisten. Film ini terlalu mellow dan klise untuk disebut sebagai legal thriller, namun terlalu standar dan bertele-tele untuk sebuah family melodrama. Mungkin gue terlalu tinggi untuk menetapkan standar namun mari kita lihat Fracture, A Few Good Men, atau Primal Fear sebagai legal thriller dan A Separation, Mother, atau Silver Linings Playbook sebagai family drama. Mereka semua konsisten dengan satu landasan masing-masing yang kokoh dibangun sejak awal. Inkonsistensi dalam The Judge terpapar dalam romansa Hank dengan Samantha. No objection, I love Vera Farmiga (apalagi adiknya, Taissa, my dream girl), namun keberadaan dia dan anaknya, Carla (diperankan oleh Leighton Meester) dalam film ini menjadi irrelevan tatkala membahas premise film dan ‘jenis film apa ini.’ Fun fact buat kalian: mereka berdua ngga pernah dateng ke pengadilan kasus Judge Joseph dan ngga pernah ngomongin perihal apapun soal kasusnya. Apa yang sebenarnya Hank fokuskan di sini? Apakah membangun kembali hubungan baik dengan keluarga dan ayahnya, atau secara general memperbaiki apa yang telah berkarat karena ia acuhkan di Carlineville? Bila jawabannya yang pertama, maka karakter Samantha dan Carla is a waste dan hanya menimbulkan humor dan romansa yang justru terkesan cheesy, namun bila jawabannya yang kedua, maka film ini terlalu terfokus pada Hank dan Judge Joseph serta tidak memberikan benang merah antara Judge Joseph dengan Samantha, yang bila dirancang seharusnya bisa menajamkan konflik serta membuat premise cerita lebih solid dan konsisten.

Di luar konsistensi cerita dan premise, mungkin film ini bisa dibilang family drama yang baik karena chemistry ‘buah jatuh tidak jauh dari pohonnya’ yang berhasil tercipta antara Judge Joseph dan Hank yang masing-masing keras kepala dan egois namun tegas dan memiliki determinasi. Ending film ini pun cukup baik. Tidak perlu twist bertele-tele dan penggambaran isak tangis ‘mblabar-mbleber’ plus orkestra massal untuk mengoyak-ngoyak emosi penonton. Film ini juga masih terbilang recommended untuk ditonton fangirl Robert Downey Jr. It’s him on his different, manly shape, girls. Go get him!

DISTOPIANA’S RATING: 2 out of 5

Author: Tommy Surya Pradana

Kuliah jurusan Hubungan Internasional, kerja di ahensi jadi tukang konten media sosial, ngeblog soal film. Hidup saya emang se-absurd itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *