6 Film Romance yang Dapat Mengubah Pandanganmu terhadap Cinta

Ngaku deh, beberapa dari kita udah bosen dengan film-film romance yang cuma mengunggulkan kegantengan dan/atau kecantikan para aktornya tanpa alur cerita yang substansial dan quotable conversation yang kedaluwarsa. Mungkin memang mayoritas penonton–apalagi di Indonesia–nggak peduli terhadap bagus atau tidaknya cerita yang ditawarkan karena memang dalam kehidupan mereka segala hal yang berkaitan dengan romansa memang gitu-gitu aja. Nah, buat kamu yang udah terlanjur muak dan pengen mendapatkan experience yang berbeda dalam menonton film romance, gue bakal kasih list 6 film yang bukan hanya bisa ngasih kamu perspektif yang berbeda tentang cinta.

1. Closer (2004)

Oke, film ini dibintangi oleh Jude Law, Clive Owen, Julia Roberts, dan Natalie Portman. Cukup gila bukan? Belum. Film ini bercerita tentang manusia-manusia yang saling berusaha untuk menjaga ketulusan di dalam lubang kebohongan dan godaan yang terlanjur memerangkap mereka. Banyak yang mendeskripsikan film ini sebagai circle of love, tapi buat gue ini adalah circle of seduction, karena yang gue lihat ngga ada yang bener-bener mencintai satu sama lain di sini. Perasaan-perasaan yang membuat mereka emosional hanyalah hasil dari pengkhianatan dan pretensi yang mereka ciptakan sendiri. Ngga ada yang bener-bener jatuh cinta dan ngga ada yang bisa disalahin.

Perspective Offered:

Pikir-pikir lagi deh sebelum bikin komitmen sama seseorang. Lo beneran cinta sama dia atau lo cuma penasaran dan tergoda doang? Nanti kalo kegoda sama yang lain atau dianya digoda sama yang lain gimana? Yang salah siapa?

2. Before Sunrise, Before Sunset, dan Before Midnight (1995-2014)

Beberapa temen yang udah gue rekomendasiin film ini banyak yang nggak suka karena dari awal sampai akhir isinya cuma dua orang yang ngobrol dan jatuh cinta lewat obrolan mereka masing-masing. Tapi film ini menceritakan secara realistis bagaimana kita harus menyikapi cinta ketika ruang, waktu, dan kehidupan saling berkonspirasi untuk mengacak-acak hubungan kita. Yah, kalo kalian suka ngobrolin hal-hal kecil namun pengen sesuatu yang beda dari yang lain, coba deh perhatiin seberapa quotable percakapan-percakapan kecil mereka.

Perspective Offered:

3. Casablanca (1942)

“Eh buset, filmnya ngga ada yang lebih tua lagi, Tom?” Coba deh tonton dulu. Film ini emang tua banget. Akting para casts di film ini memang masih mentah banget dan kualitas gambar juga memang masih hitam putih. Tapi IMO sampai sekarang belum ada film romantic epic yang ceritanya bisa sebaik dan sedewasa film ini. Dari film ini lah orang-orang bisa belajar tentang the mind and attitude of the true ladies and gentlemen.

Perspective Offered:

Gentlemen, please look at Rick and Victor. They don’t fight over a girl. Love is not about possession. Love is giving what is best for each other for the sake of love itself.

4. Love Exposure/Ai no Mukidashi (2007)

Yang sering kita tonton di bioskop maupun di rumah adalah film-film romance tentang perfect people in an imperfect world (how is world perfect, anyway?), tetapi film ini menawarkan sebuah cerita romansa unik tentang imperfect people in an ultimately imperfect universe. Konten film ini agak sedikit ngaco karena film ini tergolong film arthouse yang lebih ditujukan kepada konsumen festival dan ngga semua common public bisa nerima. Udah gitu durasinya lama banget (+-4 jam), tapi bagi yang seneng nonton film action jepang dan yang bisa nyambung sama kekonyolan dan ke-WTF-an film ini bakal betah mantengin ini film dan bakal ngasi applause di akhir film yang dramatis.

Perspective Offered:

5. The One I Love (2014)

Yes, people. It’s so weird, but it’s mindblowingly relatable. Dua pasangan suami istri harus berhadapan dengan kejadian-kejadian aneh di luar logika saat mereka mencoba menenangkan diri di sebuah villa demi memperbaiki hubungan mereka yang sudah retak. Film ini memiliki ide yang sangat sederhana namun tidak mampu terpikirkan oleh banyak orang. Kalau kalian suka film-film romance dengan plot twist yang tidak biasa, film ini recommended banget buat kalian.

Perspective Offered:

Would you surrender with something that is not real, but makes you  feel instantly happy? Or would you fix what is real and try to be happy with something real and fight for your happiness together?

6. Blue Valentine (2010)

Love hurts, and love can run out. Film ini berkisah tentang pernikahan yang kandas di tengah jalan karena sang istri merasa jengah dan risih berkepanjangan atas kondisi emosional sang suami yang selalu berubah-ubah. Bukan hanya itu, alur film yang non-linear juga akan membawa kita kedalam sebuah perjalanan manis getir Dean dan Cindy sejak mereka pertama kali bertemu sampai akhirnya mereka bercerai. And…boy, no matter how good your first sight story is, marriage can absolutely screws you over. Oh iya, endingnya simpel tapi nyakitin loh.

Perspective Offered:

You think love is sweet? Think again.

Honorable Mention:

[500] Days of Summer (2009) ; Punch-Drunk Love (2002); Eternal Sunshine of The Spotless Mind (2004); Roman Holiday (1953); Revolutionary Road (2008).

Author: Tommy Surya Pradana

Kuliah jurusan Hubungan Internasional, kerja di ahensi jadi tukang konten media sosial, ngeblog soal film. Hidup saya emang se-absurd itu.

2 thoughts on “6 Film Romance yang Dapat Mengubah Pandanganmu terhadap Cinta”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *