Sightseers-2

7 Film dengan Ending yang Paling Menyebalkan

Beberapa dari kita secara umum menyukai akhir cerita bahagia layaknya dongeng-dongeng Disney ataupun film-film action Blockbuster Hollywood yang menonjolkan tokoh utama dengan kekuatan istimewa yang mampu menyelamatkan dunia. Beberapa juga tergila-gila pada ending menyedihkan yang mampu membuat mereka berlinangan air mata dan mengibakan kondisi tokoh utama yang lemah dan tak berdaya menghadapi permasalahan mereka di akhir cerita (baca juga “7 Film Penguras Air Mata yang Jarang Kalian Dengar”). Namun, ada pula dari kita yang secara unik memiliki ketertarikan terhadap ending film yang bukan hanya mampu membuat kita merasa depresi, namun juga terkejut dan bahkan murka semurka-murkanya terhadap akhir cerita yang berlawanan jauh dengan apa yang kita harapkan sebelumnya. Untuk kalian yang kecanduan terhadap siksaan mental tersebut, berikut akan gue berikan rekomendasi 7 film dengan ending menyebalkan yang bisa bikin kalian melemparkan barang apapun yang ada di dekat kalian secara liar di akhir film.

1. Sightseers (2013) – Directed by Ben Wheatley.

Film ini diawali dengan sangat romantis. Dua orang yang sudah saling bertunangan, Tina (Alice Lowe) dan Chris (Steve Oram) memutuskan untuk mengadakan ‘road trip’ dengan sebuah mini van meskipun ibu dari pihak wanita (Eileen Davis) tidak merestui hubungan mereka. Film berjalan dengan sangat manis sampai akhirnya mini van yang mereka kendarai melindas seorang pria gemuk sampai mati di parkiran mini market. Kita akan dibawa menuju sebuah praduga kuat terhadap kondisi kejiwaan Chris yang ternyata memang seorang idealis psikopat cerdik yang tidak bisa mengontrol dirinya untuk membunuh orang-orang yang mengganggunya selama perjalanan bersama Tina, yang perlahan-lahan terpengaruh oleh cara berfikir Chris yang telah membuatnya merasa nyaman dan klik dengan caranya yang memperlakukan Tina dengan sangat baik. Film dengan tone yang cukup gelap ini mampu membuat kita kebingungan dengan absensi moralitas dan pembenaran psikopasi dengan alasan idealisme dan cinta yang cukup mendominasi dari Chris dan Tina. Endingnya juga cukup manis. Mereka berlarian di tengah padang rumput setelah membakar mini van mereka yang telah menjadi barang bukti pembunuhan dan berjalan menuju sebuah tebing curam untuk bunuh diri bersama sambil bergandengan tangan dengan diiringi lagu “The Power of Love” dari Frankie Goes to Hollywood sampai pada akhirnya…WHAT!!??

After-Ending Reaction:

2. Oldboy (2003) – Directed by Park Chan-Wook

Gue ngga menyarankan kalian untuk menonton versi Hollywood remake-nya karena hasilnya sangat mengecewakan. Film yang disutradari oleh maestro revenge-thriller yang sudah diakui kritikus dan pembuat film di seluruh dunia ini bercerita tentang seorang pria bernama Oh Dae-su (Choi Min-sik) yang melakukan pembalasan dendam setelah 12 tahun disekap di dalam sebuah penjara dan disiksa secara mental oleh seseorang yang tidak ia ketahui siapa. Dengan segala petunjuk dan ilmu yang ia pelajari serta keahlian bela diri yang ia asah selama penyekapan, ia melalui perjalanan misterius, menegangkan, dan gila (terutama scene yang melibatkan sushi dan gurita) ditemani seorang wanita lucu yang submisif bernama Mi-do (Kang Hye-jeong). Film yang juga mahsyur karena salah satu adegan perkelahian yang terjadi di lorong sempit ini mempunyai twist ending luar biasa cerdas sekaligus mengejutkan. Bagi mereka orang-orang yang terpilih mungkin akan berpikir bahwa Oldboy bukan hanya film thriller dengan ending yang tidak terduga, tapi juga sekaligus film tragedi tentang ayah dan anak yang sangat menyedihkan.

After-Ending Reaction:

3. Funny Games (1997) – Directed by Michael Haneke

Hollywood pernah meremake film ini pada tahun 2007 dengan bintang utama Naomi Watts, Michael Pitt, dan Tim Roth. Terserah kalian mau nonton yang mana, karena kedua versi sama-sama disutradarai oleh Michael Haneke yang memang ahli dalam meramu sifat ketidakpuasan dan keterasingan dalam pribadi tiap karakter yang ia ciptakan. Film yang cenderung sadis dan brutal secara psikologis ini bercerita tentang dua orang pemuda berpakaian seragam golf yang menawan satu keluarga di dalam rumah mereka sendiri. Sederhana, memang, namun kekonyolan tingkah laku kedua pemuda yang sangat tenang seperti sedang bermain-main dengan kekejaman mereka tersebut sanggup untuk menimbulkan amarah yang luar biasa bagi para penonton bahkan kepada mereka yang sudah terbiasa dengan film-film slasher sekali pun. Sebenarnya hal paling menyebalkan di film ini bukan pada endingnya, tapi lebih tepatnya pada adegan ‘Remote Control’ sebelum ending–yang sebelumnya kita harapkan berakhir bahagia–terjadi. Bukan hanya karena menarik ulur emosi kita, namun juga karena terkesan sangat tidak logis, memaksakan, dan juga tidak memberikan moral content apapun pada keseluruhan cerita ini. Tapi menurut gue disitulah letak keunikan dan keistimewaan film yang hanya terfokus di satu latar ini. Funny Games hanya ingin bermain-main dengan reaksi lucu kalian saat menontonnya sampai akhir.

After-Ending Reaction:

4. Eden Lake (2008) – Directed by James Watkins

Tema yang diangkat oleh film slasher dari Britania Raya ini kali ini adalah kenakalan remaja. Bullying? Hmm…bisa jadi, kalau kalian menganggap sekumpulan anak (super) nakal yang meneror pasangan orang dewasa yang sedang berlibur di pinggir danau itu juga jenis ‘bullying’. Tidak seperti film slasher pada umumnya yang menjadikan remaja-remaja nakal sebagai korban dari psikopat misterius yang mengincar mereka untuk dibunuh satu persatu, Eden Lake malah menjadikan mereka sebagai pelaku utama pembunuhan dan penyiksaan pasangan dewasa yang sedang melakukan piknik romantis. Bayangin aja, pria semacho dan seganteng Steve (Michael Fassbender) bakal diacak-acak sampai menangis seperti bayi oleh para remaja super nakal berwajah super menyebalkan ini. Sang perempuan, Jenny (Kelly Reilly), seperti biasanya film slasher, adalah yang paling mampu bertahan sampai 10 menit sebelum ending film yang bakal meledak-ledakkan emosi kalian. Yah, setidaknya, kalian akan berjanji untuk menjadi orang tua yang baik dan tegas pada anak-anak kalian kelak di masa depan setelah selesai menonton film ini dan selesai bergulat dengan percikan api amarah yang masih akan menyala-nyala seterusnya.

After-Ending Reaction:

5. Prisoners (2013) – Directed by Denis Villeneuve

Dibintangi oleh dua punggawa Blockbuster Hollywood, Jake Gyllenhaal dan Hugh Jackman, film ini adalah sebuah crime-thriller emosional yang mungkin terlewatkan oleh kalian di tahun 2013 kemarin karena rilis pada musim panas di mana Iron Man 3, Star Trek: Into Darkness, dan Fast 6 lebih merajai singgasana bioskop dunia. Cerita berfokus pada Keller, yang kehilangan anak dan teman anaknya secara misterius pada saat sedang merayakan hari Natal bersama keluarga. Beberapa hari kemudian, Detektif Loki (Jake Gyllenhaal–iya, bukan Tom Hiddleston) menangkap Alex Jones (Paul Dano) yang terduga sebagai penculik anak-anak tersebut. Dikarenakan tidak cukupnya bukti, kepolisian melepas Alex dan memulangkannya ke rumah. Kecewa dengan lemahnya kepolisian serta dikendalikan oleh amarah buta, Keller menculik Alex dan menyekap serta memukuli sambil terus menginterogasinya secara paksa di dalam toilet rumahnya sendiri. Detektif Loki, yang mencurigai kelakuan Keller serta hilangnya Alex, mulai melakukan investigasi lanjutan hingga pada akhirnya menemukan fakta demi fakta yang mengungkap siapa pelaku sebenarnya di balik penculikan tersebut dan di mana anak-anak itu disembunyikan. Lagi-lagi, endingnya secara cerdik mempermainkan psikologi kita layaknya seorang gebetan yang suka menarik ulur emosi kita kemudian mencampakkan kita begitu saja. Anak-anaknya berhasil ditemukan, memang, walaupun dalam kondisi yang buruk. Tapi bukan itu masalahnya, karena ada hal lain yang akan bikin kalian geregetan dan mengutuk sutradara film ini “Kurang Ajar” sebagaimana kita mengutuk gebetan yang telah meninggalkan kita.

After-Ending Reaction:

6. Triangle (2009) – Directed by Christopher Smith

Satu lagi film menyebalkan yang berasal dari Britania Raya. Bagi kalian pecinta teori konspirasi, film ini akan memuaskan hasrat fantasi kalian tentang apa saja yang akan terjadi ketika perahu kalian melintasi kawasan Segitiga Bermuda dan terjebak di dalam sebuah badai. Saat Jess (Melissa George) dan teman-temannya mengalami hal tersebut, mereka menemukan sebuah kapal penumpang besar yang kosong dan mereka naik ke atasnya mencoba untuk mencari pertolongan. Namun tiba-tiba seseorang dengan topeng dan jaket hitam memburu mereka satu persatu sambil menembaki mereka dengan shotgun. Tidak ada yang tersisa kecuali Jess, yang semakin berusaha untuk keluar dari kapal, malah menemukan keganjilan demi keganjilan yang berujung pada sebuah fakta mengerikan yang harus Jess alami seumur hidupnya. Terlalu banyak spoiler yang ngga bisa gue ceritakan di sini yang kalian akan paham kenapa jika kalian sudah selesai menonton film yang secara absurd mengerikan ini.

After-Ending Reaction:

7. The Mist (2007) – Directed by Frank Darabont

HERE COMES THE KING! *pun intended* Oke, sejauh ini dari enam film yang gue share di atas, film ini yang paling memenuhi syarat untuk dinobatkan sebagai film dengan ending paling menyebalkan yang pernah ada. Diangkat dari novel Stephen King berjudul sama, film ini bercerita tentang sebuah desa kecil yang tiba-tiba diselimuti kabut yang sangat tebal di mana terdapat monster besar dengan tentakel yang misterius yang akan membunuh siapapun yang ada di luar ruangan. Beberapa penduduk kota yang tersisa mencoba untuk bertahan dan berlindung di dalam sebuah supermarket. Perbedaan kepercayaan, sifat, serta kepentingan menimbulkan konflik yang tidak bisa dihindari sehingga beberapa harus mencoba keluar dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Lagi-lagi, seperti apa yang pernah gue lakukan pada Requiem for a Dream di artikel sebelumnya, gue harus memperingatkan kalian bahwa ending film ini bukan buat orang-orang berhati lemah. Gue ngga akan bertanggung jawab atas reaksi ekstrim kalian setelah menyaksikan akhir film yang menurut gue bahkan kelewat batas untuk bisa dibilang sebagai menyebalkan.

After-Ending Reaction:

Honorable Mention:

Arlington Road (1999), Audition (1999), The Descent (2005), 500 Days of Summer (2009)

Author: Tommy Surya Pradana

Ikut membangun komunitas President University Movie Creator (PREMIERE) sebagai penulis naskah dan sutradara. Sekarang bekerja sebagai Social Media Specialist di sebuah ahensi multinasional. Mencintai film tanpa harus dicintai kembali.

3 thoughts on “7 Film dengan Ending yang Paling Menyebalkan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Solve this question and prove me that you are human! * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.