Deadpool (2016) – Romance is Dead…pool

Kalau kamu pernah bertemu dengan seseorang di kampusmu yang ganteng namun berandalan yang peduli setan dengan segala hal, bermulut kotor, punya pacar yang cantik dan seksi, senang menjahili orang lain, mempunyai IPK yang biasa-biasa saja dan tanpa prestasi namun tetap disukai oleh banyak orang, maka dia kurang lebih mewakili segala kekurangan dan kelebihan yang dimiliki film Deadpool. Yup, mungkin kalian langsung terbayang Ferris Bueller saat penulis menuturkan hal tersebut, namun percayalah Deadpool lebih memenuhi segala hal tersebut, karena logisnya, tidak seperti Ferris, akan ada juga orang-orang yang membenci Deadpool dengan argumen yang dapat dibenarkan secara moral.

Setelah pengembaraan yang luntang-lantung di jagad perfilman superhero, akhirnya Ryan Reynolds mendapatkan satu sosok yang tepat untuknya bernaung abadi dalam ingatan para comic-turn-to-film geek. Dia terhadap Deadpool bagaikan Hugh Jackman terhadap Wolverine, atau Robert Downey Jr. terhadap Iron Man, atau Daniel Radcliffe terhadap Harry Potter. Para penggemar komik Deadpool akan setuju dengan hal ini, karena dia telah memenuhi segala harapan mereka akan munculnya tokoh anti-hero andalan Marvel Comics secara live-action yang berpegang teguh terhadap karakteristik dan rasa dari komiknya yang pedas namun nikmat seperti Chimichanga. Namun ketulusan dan kesetiaan film yang disutradarai oleh Tim Miller ini kepada para fans komiknya telah berdampak positif dan juga negatif terhadap kualitas naratif film.

Para penikmat film yang senang meriset nama-nama produsen film Box Office mungkin tidak akan terlalu terkejut dengan kualitas opening title yang elegantly hilarious, karena sang sutradara pernah membuat hal yang bahkan jauh lebih hebat pada opening title The Girl with the Dragon Tattoo. Oleh karena itu, kualitas sinematik keseluruhan film yang disajikan sudah tidak dapat diragukan lagi meskipun memang sebenarnya premis ceritanya biasa-biasa saja, seperti film romance kacangan yang digabungkan dengan film superhero kacangan lalu dikombinasikan formulanya dan dinegasikan semudah membalikkan telapak tangan. Namun begitulah asal mula terciptanya makhluk berwajah jelek dan bermulut sampah ini, tidak kurang dan tidak lebih.

“You look like an avocado had sex with an older avocado…and it’s not usual sex. It was like a hate sex…so full of anger.” – Weasel.

Saat banyak orang yang memuji kelantangan Deadpool dalam menyindir isu-isu yang terjadi pada Hollywood dan studio Twentieth Century Fox itu sendiri, penulis mempunyai perspektif yang berbeda terhadap hal ini. Deadpool sama sekali tidak berbeda tujuan dengan mesin uang Hollywood lain, hanya saja film ini seperti berusaha terlalu keras menjadi badut Hollywood yang bertingkah konyol habis-habisan dan menjadikan kekurangan yang ada sebagai bahan tertawaan agar penontonnya terhibur dan memberikan uang lebih banyak untuk menonton dan menertawakannya berkali-kali. Konsep ‘karakter utama yang mengetahui eksistensi fananya di dalam sebuah cerita’ memang digarap dengan sangat baik, namun bukan hal yang terlalu istimewa karena The Truman Show dan Stranger Than Fiction juga sudah pernah mengolah konsep ini sebelumnya.

Rasanya tidak perlu dijelaskan bagaimana film ini tidak cocok untuk ditonton oleh anak-anak, dan akan lebih bijak bagi para orang tua untuk lebih mematuhi rating umur yang telah ditetapkan oleh tiap jaringan bioskop kepada tiap film yang mereka tayangkan. Deadpool adalah film komedi vulgardan tidak ada film komedi vulgar yang seharusnya bisa selamat menginfiltrasi otak anak-anak di bawah umur.

Dan layaknya film-film komedi vulgar pada umumnya (apalagi yang dikombinasikan dengan unsur superhero dan romance), akan sia-sia bagi kita untuk mengharapkan premis dengan kualitas festival. Yah, mau bagaimana lagi. Deadpool memang begini.

Distopiana’s Rating: 3 out of 5.

Author: Tommy Surya Pradana

Kuliah jurusan Hubungan Internasional, kerja di ahensi jadi tukang konten media sosial, ngeblog soal film. Hidup saya emang se-absurd itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *