Zootopia (2016) – The Animatopia

Tidak butuh atmosfer yang gelap serta struktur naratif yang bertele-tele untuk menceritakan isu-isu yang rumit dan sensitif di kalangan masyarakat dunia saat ini, khususnya isu toleransi di dalam sebuah keberagaman. Namun agaknya mengejutkan bila Disney, yang notabene lebih sering memilih untuk main aman di ranah monarki utopis, dapat memahami hal ini dan memanfaatkannya dengan berbicara politis tentang demokrasi dan toleransi untuk pertama kalinya dengan gaya bercerita yang sangat menghibur.

Film ini berkisah tentang Judy Hopps, seorang kelinci yang ingin menjadi polisi. Judy hidup di dalam sebuah dunia fauna di mana predator dan herbivora hidup berdampingan, meskipun banyak stereotipe terhadap satu sama lain yang menghalangi mereka untuk benar-benar bisa saling menyatu dalam harmoni. Saat kerja keras dan tekad yang kuat membawa Judy menjadi satu-satunya polisi kelinci di pusat kota Zootopia, ia menenggelamkan dirinya sendiri ke dalam sebuah kasus besar yang dapat membongkar rahasia kelam Zootopia serta memercikkan kembali api kebencian antara herbivor dan predator. Terdengar seperti sebuah cerita yang seru dan menyenangkan, bukan?

Jika kalian ragu apakah cerita ini mampu menjadi menyenangkan dan penting secara bersamaan untuk penonton segala usia, kalian akan terkejut sambil tertawa terbahak-bahak menyaksikan setiap satir yang disajikan dengan jenius dalam film ini. Adegan ‘DMV Sloths’ dan ‘Mr. Big’ akan mampu menguras tawa yang maksimal bila kalian menyukai film The Godfather, pernah punya pengalaman buruk dalam proses administrasi pelayanan publik, ataupun bila kalian hanya seorang anak kecil yang mudah tertawa dengan aksi tokoh-tokoh binatang yang komikal dan menggemaskan.

Patut diingat bahwasanya di dalam film yang penuh dengan canda tawa ini, diskriminasi, stereotipe, dan intoleransi harus menjadi sebuah pembahasan yang serius dan penting untuk disimak bagi para penonton dewasa. Segala detail mise en scene maupun dialog antar karakter membentuk pesan-pesan demokratis yang tidak boleh untuk kita abaikan begitu saja. Contohnya, ketika Judy berkata, “only a bunny can call another bunny ‘cute'”  dan perangai para penumpang saat Judy menaiki sebuah kereta yang diisi oleh predator dan herbivor. Atau saat kita menyadari bahwa kecuali Judy, seluruh personel kepolisian di ZPD merupakan binatang-binatang bertubuh besar dan kita anggap kuat seperti banteng, gajah, badak, dan jerapah. Kita akan dibawa menuju sebuah dunia di mana stereotipe yang sering kita tujukan pada binatang-binatang tersebut di dunia nyata menjadi stereotipe yang mereka tujukan terhadap satu sama lain. Lebih jauh, kita bukan hanya akan dibuat berpikir lebih dalam tentang stereotipe kita terhadap binatang-binatang tersebut, namun juga terhadap manusia satu sama lain di dunia nyata.

Meskipun semua tokoh di film Zootopia adalah binatang dan tiap-tiap dari mereka memiliki ciri khas yang sama dengan binatang-binatang yang ada di dunia nyata, namun kepribadian mereka serta cara mereka berinteraksi dengan satu sama lain sangatlah manusiawi. Hal ini mungkin harusnya bisa menjadi renungan bagi para penonton tentang “apa yang menjadikan manusia itu manusia?” serta “apakah kita manusia sebenarnya lebih baik dari binatang?”. Film ini memenuhi dua materi yang sangat strategis untuk menjadi tontonan wajib bagi semua orang, termasuk di Indonesia yang sedang dipenuhi kebencian politik yang sangat kuat antara satu golongan dengan golongan yang lain. Dua materi itu adalah: film ini amat sangat menghibur dan film ini mempunyai subteks yang penting untuk didiskusikan lebih lanjut. Penulis berharap bagi mereka yang sudah berkeluarga agar menonton Zootopia bersama-sama agar orang tua dapat melakukan diskusi dengan anak-anaknya tentang subteks yang terkandung di dalam film ini.

Distopiana’s Rating: 5 out of 5.

Author: Tommy Surya Pradana

Kuliah jurusan Hubungan Internasional, kerja di ahensi jadi tukang konten media sosial, ngeblog soal film. Hidup saya emang se-absurd itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *