Kumpulan 8 Film Terburuk di Tahun 2018 – Distopiana & Friends

Berkolaborasi dengan teman-teman dengan passion yang sama di bidang film, kami mengumpulkan delapan judul film terburuk di tahun 2018 beserta alasan kenapa kami menaruh film tersebut di daftar ini

1. Tommy, Distopiana – The Kissing Booth
“Not only promoting stereotypical, superficial, and shallow characters in a cheesy scenario, this movie also shamelessly putting Molly Ringwald in the cast while referencing The Breakfast Club in such cringey manners.”

2. Amel, Distopiana – Mile 22
“Narasinya jelek. Plot yg dibikin maju-mundur jadinya acak-acakan, akibatnya pas nyampe ending malah gagal bikin mindblowing karena ngga paham. Penggunaan berlebihan teknik shaky camera bikin pusing.”


3. Bunga, Distopiana – Sierra Burgess is A Big Loser
“Instead of using the premise to promote self-love and the equal beauties of body shapes, this film chooses to ignore its more than plenty ongoing resources and straight up romanticizes catfishing, hacking, cyber-bullying, supporting and pretending to be deaf, and for the cherry on top, a non-consensual kiss.”

4. Dony Iswara, Se7en Enthusiast – A Quiet Place
“Maaf buat yang memuja muja mufi ini, tapi buat saya mufi ini biasa aja. secara teknis sangat bagus. sinematografi dan tata suara jempolan. tapi plotnya ya allah. dan teknis yang mumpuni tadi jadi kerasa sia sia and makes me hate this mufi so much.”

5. Dysan, KataKinema – Game Over, Man
“‘Game Over, Man!’ is a massive trainwreck. Failed miserably in attempting to extract fun stuffs out of sensitive remarks and lots of graceless slapsticks were utilized throughout the film. The messy and chaotic plot has perfectly elevated this feature’s status as one of the worst (if not the absolute worst) motion pictures of the year. It almost feels like an insult to the essence of moviemaking as an art form.”

6. Yohan Arie, Photographer – 7 Days in Entebbe
“Materi yang kuat tidak serta merta mampu dibuat menjadi film yang bagus. Contoh yang tepat bagaimana Political Correctness malah membuat film sulit bercerita dengan jujur.”

7. Firda, Film Twitter @firdafnisa – Venom
“Venom sebenarnya sudah memiliki seluruh elemen yang pas dari sebuah film superhero. Namun pada beberapa bagian Fleischer nampak terlihat kewalahan. Skrip dan narasi adalah kelemahan yang paling jelas terlihat dari semuanya. Latar belakang cerita yang tidak terbangun solid, alur yang sangat dipaksakan, dan juga dialog yang buruk. Pantas saja paruh pertama pace-nya terlihat sangat lambat dan cenderung membosankan, yang untungnya berhasil tertolong di paruh kedua dengan dibuktikannya adegan pertarungan yang cukup memukau dan lelucon kocak yang mengundang tawa.”

8. Paskalis, Film Twitter @sinekdoks – A Wrinkle in Time
“Too many wrinkles are spotted in this supposedly moving adaptation of a classic story. The lazy direction and the preachy approach only makes it worse.”

Author: Tommy Surya Pradana

Kuliah jurusan Hubungan Internasional, kerja di ahensi jadi tukang konten media sosial, ngeblog soal film. Hidup saya emang se-absurd itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *